Laman

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

Arbain Imam Husein as dan Jabir bin Abdullah Al-Anshari

Oleh: Saleh Lapadi dan Emi Nur Hayati

Istilah Arbain yang berarti "empat puluh hari" memiliki nilai khusus di tengah-tengah budaya umat Islam. Bila salah satu keluarga muslim meninggal dunia, maka para ahli waris akan memperingati duka kematian keluarganya sejak hari pertama kematian sampai hari ketujuh. Setelah itu peringatan duka akan dilaksanakan kembali pada hari ke empat puluh kematiannya keluarganya. Dalam memperingati hari keempat puluh kematian keluarganya, ahli waris mengeluarkan sedekah dan kebaikan, menyelenggarakan majlis tahlil dan doa yang pahalanya di niatkan untuk almarhum dengan  mengundang para tetangga terdekat, kerabat dan sanak famili.

Istilah Arbain ini juga bisa kita temui pada budaya Asyura. Dalam budaya Asyura, Arbain berarti hari keempat puluh syahidnya Imam Husein as di Karbala. Arbain Imam Husein as bertepatan dengan tanggal 10 Safar. Pada hari ini para pecinta keluarga Rasulullah Saw seluruh dunia kembali menyelenggarakan duka syahidnya Imam Husein as. Para pecinta Keluarga Rasulullah Saw kembali mengenang perjuangan dan pengorbanan Imam Husein dan para sahabatnya dalam menegakkan Islam. Peringatan Arbain menjadi ajang para pecinta keluarga Rasulullah Saw untuk memperbarui baiatnya kepada mereka. Meski peristiwa Karbala sudah ratusan tahun berlalu, peringatan Arbain sebagai manifestasi kecintaan para pecinta keluarga Rasulullah Saw.

Arbain pertama Imam Husein as di Karbala dihadiri Jabir bin Abdullah Anshari. Jabir bin Abdullah Anshari adalah salah satu sahabat setia Rasulullah Saw yang berumur panjang. Ia lahir di Madinah pada tahun 15 sebelum hijrah dari keluarga Khazraj. Ayahnya bernama Abdullah bin Amr, penduduk Madinah yang pertama kali menerima ajakan Rasulullah Saw dan memeluk Islam sebelum hijrah.

Suatu hari Rasulullah Saw bersabda kepada Jabir: "Hai Jabir! Engkau akan berumur panjang sampai bisa menemui anakku Muhammad bin Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib. Di dalam Taurat dikenal dengan nama Baqir. Sampaikan salamku padanya bila kau menemuinya!"

Beberapa tahun berikutnya, Jabir menemui Imam Ali Zainul Abidin as dan mendapati seorang anak duduk di samping beliau. Jabir memanggil untuk mendekatinya kemudian berkata, "Demi Tuhannya Ka'bah, engkau mirip sekali dengan Rasulullah Saw! Kemudian Jabir menghadap Imam Zainul Abidin as seraya bertanya, "Siapakah ini? Imam Zainul Abidin as menjawab, "Ini adalah putraku dan imam setelahku, namanya Muhammad Baqir."

Jabir bangun dan sungkem di hadapan Imam Baqir as dan menciumnya seraya berkata: "Jiwaku untukmu wahai putra Rasulullah! Aku sampaikan salam ayahmu. Sesungguhnya Rasulullah Saw menyampaikan salam untukmu. Kedua mata Imam Baqir penuh dengan genangan air mata seraya berkata, "Wahai Jabir! Salam senantiasa untuk ayahku Rasulullah Saw selama langit dan bumi masih tegak. Dan salam untukmu wahai Jabir yang telah menyampaikan salam kepadaku." (Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jilid 46, 223-224, hadis 1)
         
Pada Arbain tahun 61Hq, Jabir bin Abdullah Anshari datang menziarahi makam Imam Husein as di Karbala bersama Athiyah bin Saad bin Junadah Aufi. Athiyah adalah salah satu ilmuwan, mufassir dan ahli hadis yang lahir pada zaman pemerintahan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalis as. Ketika Athiyah lahir ayahnya pergi menemui Imam Ali as seraya berkata, "Wahai Amirul Mukminin, Allah telah mengangnugerahkan anak kepada saya, tolong beri nama untuknya!" Imam Ali as berkata:,"Anak ini adalah Athiyatullah (pemberian Allah)." Imam Ali as menamakannya dengan kata-kata yang diucapkannya yaitu Athiyah. (Dr. Mohammad Ibrahim Ayati, Barresi-ye Tarikh-e Asyura)

Terkait ziarah Arbain yang dilakukan Jabir di makam Imam Husein as di Karbala, Athiyah meriwayatkan:

"Aku bersama Jabir bin Abdullah Anshari menziarahi makam Imam Husein as. Ketika kami sampai di Karbala, Jabir mendekati sungat Furat dan mandi. Kemudian memakai pakaian (semacam pakaian ihram) satu helai dibalutkan di pinggang dan satu helai lainnya dipakai di pundak dan badannya. Setelah itu mengeluarkan wewangian berupa tepung (akar pohon berbau wangi) dari kantongnya, kemudian memakainya. Ia bergerak menuju makam Imam Husein as dalam kondisi mengucapkan zikir seraya berkata, "Bawa aku ke makam Husein sehingga aku bisa memegangnya!" (kata-kata ini diucapkan oleh Jabir karena matanya sudah buta).

Aku gandeng tangannya dan kuantar dia sampai ke makam Imam Husein as. Karena saking sedihnya ia pingsan dan jatuh di atas makam. Aku percikkan air ke wajahnya. Ketika siuman ia berkata, "Apakah kekasih tidak menjawab kekasihnya?"

Kemudian Jabir berkata, "Bagaimana engkau bisa menjawab, sementara urat badan dan lehermu terputus dan lehermu bergelimang darah. Kepalamu terpisah dari badanmu. Aku bersaksi, engkau adalah putra sebaik-baik nabi. Engkau adalah pemimpin orang-orang mukmin. Engkau adalah teladan takwa. Engkau adalah anak para pemberi petunjuk dan pemimpin. Engkau adalah orang kelima ahli kisa'. Engkau adalah putra Ali bin Abi Thalib. Engkau adalah putra penghulu para wanita. Bagaimana engkau tidak menjadi demikin? Sementara engkau disuap dengan tangan pemimpin para nabi. Engkau diasuh dalam pangkuan orang yang bertakwa. Engkau disusui dengan keimanan dan disapih dengan keislaman. Engkau hidup dan mati dalam keadaan suci.

Hati orang-orang mukmin terbakar karena berpisah darimu. Mereka yakin engkau hidup. Salam dan kebahagiaan dari Allah untukmu. Aku bersaksi, kisahmu seperti kisah syahidnya Nabi Yahya bin Zakaria, dimana thagut di zamannya telah memenggal kepalanya."

Selanjutnya Aufi meriwayatkan:
"Kemudian Jabir memperhatikan makam para syuhada Karbala di sekitar makam Imam Husein dan menziarahinya seraya berkata, "Salam untuk kalian ruh-ruh yang berada di sekitar makam Imam Husein as. Kalian telah menidurkan onta-onta kalian demi dia. Aku bersaksi, kalian telah menunaikan shalat, membayar zakat dan melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar. Kalian berperang melawan orang-orang yang sesat. Kalian telah menyembah Allah hingga datang kematian kalian. Demi Allah yang telah mengutus Muhammad Saw dengan benar. Kami bersama kalian dalam segala hal yang kalian alami."

Athiyah Aufi berkata, "Aku bertanya kepada Jabir, "Bagaimana kita bisa bersama mereka para syuhada Karbala? Sementara kita tidak bersama mereka dan tidak mengayunkan pedang sebagaimana mereka. Bahkan para syuhada ini telah berkorban, dimana kepala-kepala mereka terpenggal, anak-anak mereka menjadi yatim dan istri-istri mereka menjadi janda!?"

Jabir menjawab, "Hai Athiyah, aku mendengar sendiri dari Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa yang mencintai sebuah kaum, maka ia akan dibangkitkan bersama kaum tersebut. Barang siapa yang menyukai perbuatan sebuah kaum, maka ia terhitung sebagai mitra mereka dalam perbuatan tersebut. Demi Allah yang telah mengutus Muhammad Saw dengan benar, niatku dan niat para sahabatku sama seperti niatnya Imam Husein as dan niat para sahabatnya. Atas niat itulah mereka mencapai kesyahidan." (Nafs al-Mahmum, hal. 322 dinukil oleh Mustafa Ghulam Huseini, Akharin Sahabi Wa Nakhostin Zaere Huseini, hal. 2)

Jabir telah melaksanakan wasiat Rasulullah Saw sebagai peziarah pertama makam Imam Husein as dan berhasil mendirikan sunnah besar ini di masa-masa sulit zaman itu. Wasiat Rasulullah Saw sebagai berikut, "Hai Jabir, ziarahilah makam Husein karena sesungguhnya pahala menziarahinya sama dengan menunaikan haji sunnah sebanyak seratus kali. Sesungguhnya makam Husein bin Ali adalah sebuah taman dari taman-taman di surga dan sesungguhnya tanah Karbala terhitung sebagai tanah surga."  (Mustafa Ghulam Huseini, Akharin Sahabi Wa Nakhostin Zaere Huseini, hal. 2) 

Sumber

Jumat, 18 November 2011

All American Muslim. Serial TV Pro Muslim di US atau mendiskreditkan Muslim?

WASHINGTON: "All American Muslim," tayang perdana pada Minggu malam, adalah serangkaian delapan bagian baru dan kuat di dunia yang jarang terlihat pada Muslim Amerika dan mengungkapkan komunitas yang unik yang berjuang untuk keseimbangan antara iman dan kewarganegaraan di dunia pasca 9 / 11. Muslim Amerika menunjukkan wajah baru perjuangan budaya minoritas di Amerika. Sebuah kisah keluarga yang disajikan berbagi agama yang sama, tetapi menjalani kehidupan yang sangat berbeda yang akan menantang stereotip Muslim Amerika Serial ini dibuat secara semi dokumenter dengan mengikuti kehidupan dari lima keluarga Amerika Muslim di Dearborn, Michigan, salah satu konsentrasi paling mapan dan terbesar Muslim Amerika di US dan rumah ke masjid terbesar disana.
Cerita berfokus pada Oude Nawal Nadar dan pengantin baru; Deputi Sheriff Mike Dearborn Jaafar, istrinya Angela dan anak-anak mereka. Nina Bazzy, seorang pemilik klub malam dan calon suami dan putranya. pelatih sepak bola Fouad Zaban dan keluarganya. Amin dan keluarga besarnya, yang mencakup empat anak, "orang dewasa" dan merupakan pusat dari episode pertama pada Minggu malam. "Kenyataannya menunjukkan tidak mempermalukan atau membuat kita merasa buruk tentang siapa kita sebagai orang atau Muslim, kata Nawal Oude. "Inti dari melakukan hal ini adalah untuk menyoroti apa itu Muslim," tambahnya. "Kami ingin memberikan contoh yang baik untuk menunjukkan bahwa kita masih tradisional, tapi kita juga Amerika." Dalam All-Muslim Amerika, pada dasarnya ada tiga pertempuran di sini: usaha untuk beradaptasi antara religius ketat dengan kehidupan modern, keputusan tentang bagian mana dari budaya mereka sangat penting dalam sebuah negara dimana begitu kentalnya islamophobia setelah kejadian 9 11.
Hal ini juga jelas bahwa perempuan digambarkan di sini telah berjuang demi berperan dalam komunitas religius mereka, seperti yang dilakukan perempuan di banyak komunitas agama lain. Serial ini datang pada waktu yang intens dimana rasa ingin tahu warga Amerika tentang Islam begitu besar, dengan beberapa alasan bahwa agama menindas perempuan dan dipaksa untuk memakai jilbab. Serial TVini  menunjukkan dunia perempuan mandiri yang memutuskan sendiri apakah akan memakai jilbab dan bagaimana untuk memasukkan Islam ke dalam kehidupan mereka. "Aku di sini sebagai seorang Muslim," kata Amin. "Tapi aku tidak di sini untuk mewakili Islam.  Tidak ada yang mencoba mewakili agama secara keseluruhan."
 

Selasa, 15 November 2011

Habib Ahmad Bin Alwi Al-Haddad (HABIB KUNCUNG)

Makam Habib Ahmad Bin Alwi Al-Haddad adalah makam wali Allah yang selalu ramai dikunjungi oleh peziarah. Tetapi Ahmad Bin Alwi Al-Haddad lebih dikenal dengan sebutan Habib Kuncung. Peziarahpun banyak datang dari berbagai daerah. Letak makam Habib Kuncung yang berada di dekat stasiun Kalibata mempermudah peziarah untuk datang. Bagi saya nama Habib Ahmad Bin Alwi Al-Haddad atau Habib Kuncung sudah sering saya dengar melalui teman ayah yaitu Bapak Bambang Triyatna yang tinggal di daerah Rawajati, Kalibata, Jakarta dekat dengan makam. Ketika tahu saya, suami dan anak saya senang berziarah beliau mengundang saya untuk datang ke rumahnya setelah berziarah ke wali Allah, Habib Kuncung.... baca selanjutnya klik


Sumber

Senin, 25 April 2011

Ledakan Menewaskan 3 Orang Palestina


KOTA GAZA, Palestina Wilayah (ANTARA News) - Sebuah ledakan di sebuah pabrik Jalur Gaza pada Jumat melukai tiga warga Palestina, para pejabat medis mengatakan. 
Ledakan itu terjadi di sebuah pabrik di timur Kota Gaza dan tiga pekerja ringan sampai sedang terluka, kata juru bicara layanan darurat Gaza Adham Abu Selmiya, menyalahkan tembakan tank Israel. 
Namun, jurubicara militer Israel mengatakan tidak ada kegiatan militer di daerah itu sama sekali pada hari Jumat. 
sumber-sumber Israel mengatakan ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh mortir yang ditembakkan oleh militan Palestina yang mencoba menargetkan Israel. 
gencatan senjata telah diadakan di sepanjang perbatasan Gaza selama dua minggu terakhir, setelah kekerasan melonjak di mana pasukan Israel menyerbu Gaza, menewaskan 19 warga Palestina, serangan balasan dilakukan Palestina di mana sebuah rudal anti-tank menghantam bus sekolah, membunuh seorang remaja Israel.

Polisi PalestinaMenembak Mati Peziarah Israel

Jerusalem (ANTARA News) - Seorang peziarah Israel yang tewas di dekat sebuah makam Nabi Yusuf as di Tepi Barat pada hari Minggu ditembak mati oleh polisi Palestina, militer Israel mengatakan, mengutip informasi dari para pejabat Palestina. 
Satu orang tewas dan empat terluka ketika mereka menghujani mobil mereka dengan tembakan ketika meninggalkan makam Nabi Yusuf di kota Nablus, Tepi Barat pada hari Minggu, petugas medis Israel mengatakan. 
"Para pejabat Palestina telah memberitahukan bahwa warga sipil ditembak oleh polisi Palestina yang, setelah mengidentifikasi gerakan mencurigakan, menembak ke arah mereka," kata militer Israel. 
Petugas medis mengatakan satu orang berada dalam kondisi serius dengan luka tembak di perut, sementara kedua dalam kondisi sedang dengan luka peluru ke bahunya. Dua lainnya terluka ringan. 
Insiden ini terjadi pada peziarah makam, yang mereka telah memasuki tanpa didampingi dan tanpa izin, kata militer palestina. 
Makam nabi Yusuf, yang berada di suatu daerah di bawah kendali Palestina penuh, merupakan batas untuk penyembah Yahudi dimana merupakan perjalanan militer terorganisir dan dikawal. 
Kunjungan dikawal, yang dikoordinasikan dengan pasukan keamanan Palestina di daerah tersebut, umumnya berlangsung sekitar sebulan sekali, tapi agama Yahudi secara teratur mengunjungi makam tanpa izin. 
Militer Israel mengatakan bahwa para pejabat pemerintahan militer dan sipil akan bertemu dengan wakil-wakil keamanan Palestina kemudian hari Minggu untuk membahas insiden itu.

Militer Pro-Gaddafi Hentikan Serangan ke Misratah


Bentrokan sporadis di kota Misratah, Libya, menewaskan 25 orang dan mencederai 100 lainnya menyusul pengumuman penangguhan serangan oleh militer pro-diktator Muammar Gaddafi terhadap kota yang telah terkepung selama beberapa pekan itu.
Menyusul pertempuran sengit antara pasukan pro-Gaddafi dan revolusioner Libya, rezim Gaddafi mengklaim siap menarik pasukannya dari Misratah dan mengijinkan suku-suku lokal untuk membujuk pasukan revolusioner agar meletakkan senjata.
Terdapat banyak laporan yang saling bertentangan terkait pertempuran di kota Misratah dan jumlah korban.
Militer pro-Gaddafi menyatakan belum mundur dari kota terkepung itu di saat pasukan revolusioner menyatakan berhasil mengalahkan pasukan pro-rezim.
Di lain pihak, media massa pemerintah melaporkan bahwa pasukan koalisi Barat membombardir berbagai sasaran di ibukota Libya Tripoli kemarin (23/4). Terdengar suara tembakan senjata artileri dan anti pesawat dari Tripoli.
Sebelumnya media pemerintah melaporkan bahwa serangan udara NATO menewaskan dan mencedera beberapa orang di Tripoli.
Di tempat lain, pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) juga membombardir kota Khums, Gharyan dan Sirte.
Kemarin, militer AS untuk pertama kalinya menggunakan pesawat tanpa awak Predator membombardir Libya.(IRIB/MZ)

Sumber

Kamis, 21 April 2011

Mengaku Liberal, Jilbab Kok Dilarang


Menurut Kantor Berita ABNA, Mahasiswi Iran bernama Zahra Kazimi Salehi yang sementara menekuni pendidikannya di London, bersama dengan anggota Persatuan Mahasiswa Islam London telah mendapat serangan tiba-tiba oleh empat perempuan Inggris beberapa hari sebelumnya ketika sedang pulang ke rumah dari kampusnya. Penyerangan tersebut bertujuan untuk melepaskan hijab yang dikenakannya. Akibat tindakan tidak beradab tersebut Zahra mengalami luka parah. Mahasiswi ini sempat melarikan diri.
Menurut laporan dari media Inggris, belum ada reaksi apapun dari pihak berwajib terhadap penyerangan yang berbau SARA ini. Persatuan Mahasiswa Islam London mengecam perlakukan tersebut ini dan menuding pemerintah Inggris memberi perlindungan terhadap golongan anti Islam.
Beberapa hari lalu fenomena memerangi hijab telah melanda kawasan Eropa. Pemerintah Perancis sebelum ini telah menyatakan berlakunya undang-undang pelarangan penggunaan jilbab. Berdasarkan aturan tersebut, barangsiapa yang mengenakan jilbab di tempat-tempat publik dan dihadapan umum akan didenda sebanyak 150 Euro. Di Belgia undang-undang yang sama juga turut diberlakukan. Tidak hanya di Perancis dan Belgia, bahkan beberapa negara yang lain di Eropa turut memiliki citra negatif terhadap jilbab.
Parlemen Belanda juga sedang berusaha menggolkan penetapan undang-undang larangan pemakaian hijab terhadap guru-guru dan pegawai pemerintah. Pemerintah Switzerland juga turut berambisi mengajukan usulan pelarangan jilbab agar disahkan oleh Parlemen. Sebelumnya pemerintahan negara tersebut telah melarang pembangunan menara masjid.
Di Norwegia turut memberlakukan aturan berbau SARA berupa pelarangan anak perempuan berjilbab untuk masuk sekolah.
Dari total 60 juta jumlah penduduk Inggris, 3 juta diantaranya terdiri dari warga muslim. Aktivitas dan keberadaan komunitas muslim di London sangat mengkhawatirkan pemerintah Inggris, karenanya mereka berupaya untuk membendung dan mencegah penyebaran Islam di negeri tersebut.

Mufti Besar Saudi: Iran Itu Majusi, Republik Islam Hanya Buat Menipu


Menurut Kantor Berita ABNA, Mufti besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Al Syaikh menuding orang Iran sebagai Majusi sambil menyatakan keprihatinannya terhadap campur tangan Iran dalam konflik dalam negeri Bahrain.
Ketua persatuan Ulama kerajaan Saudi tersebut mengkritik politik Iran di kawasan ini sambil menuding, Iran sebagai Republik Islam hanyalah manipulasi dan konspirasi nyata bagi umat Islam.
Beliau menegaskan, negara-negara teluk hendaklah waspada terhadap ambisi Negara Syiah Iran yang berhasrat mempengaruhi negara-negara Arab. Kata beliau, "Konspirasi Iran untuk menyebarkan Syiah beserta kedustaan-kedustaannya di kawasan telah dapat tercium".
Namun sayangnya, syaikh besar ini lupa atau sama sekali sengaja untuk tidak mengungkit keterlibatan militer Saudi dan Emirat yang menimbulkan banyak korban jiwa warga sipil di Bahrain.

Acara Taklif Untuk para Wanita di Iran


ketika anak-anak wanita memasuki umur 9 tahun, mereka didaulat sebagai putri atau ratu sehari dengan mengenakan pakaian islami secara sempurna, mulai dari jilbab dan seperangkat alat shalat.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh rekan-rekan sebaya dan para orang tua, wisudawati akan diperkenalkan kepada khalayak sebagai seorang wanita muslimah dewasa yang mesti diperlakukan sebagai non muhrim bagi mereka yang tidak memiliki hubungan keluarga, termasuk sepupu, ipar, teman-teman dan sebagainya.

Tidak hanya itu, dalam keluarga yang mampu secara finansial, wisudawati pada acara itu juga secara simbolik diberi kunci kamar yang telah ditata rapi dan diperbarui, sebagai pertanda bahwa ia memiliki hak untuk memiliki privasi dan ruang pribadi bagi siapapun, termasuk ibu dan ayahnya.

Biasanya, dalam acara meriah itu, didatangkan seorang narasumber semacam ustadzah yang memberikan pencerahan tentang kedudukan wanita muslimah dan tanggungjawabnya sebagai mukallaf, terutama sekali mengenai hukum fikih khusus wanita, seperti haid, nifas, najis, kemuhriman dan sebagainya. Di Iran, bahkan kadang wisuda taklif diselenggarakan secara massal dipimpin oleh ulama terkemuka.

Jumat, 15 April 2011

Biadab, Tentara Saudi Menangkapi Remaja Bahrain


Menurut Kantor Berita ABNA, sumber berita dari Bahrain menyatakan, tentara bayaran Saudi dan pasukan militer Bahrain telah menangkapi sekitar 24 anak-anak dan remaja Syiah Bahrain yang turut berdemonstrasi. 14 orang diantarany berusia kurang dari 14 tahun.
Sumber tersebut enggan menyebutkan nama-nama mereka yang tertangkap. Sejak Jum'at lalu pihak Saudi dan Bahrain melancarkan gerakan menangkap aktivis politik dan revolusioner Syiah tanpa pandang bulu. Hingga saat ini sebanyak 24 orang anak-anak dan remaja yang ditangkap telah dibawa ke tempat yang tidak diketahui, dugaan besar mereka akan mendapat siksaan.
Sebelum ini, sejak awal kebangkitan warga Bahrain hampir 40 remaja di bawah 17 tahun telah ditangkap oleh pasukan keamanan Bahrain dan dijebloskan ke dalam penjara, sampai saat ini nasib mereka tidak diketahui.
Pelanggaran hak asasi manusia oleh pihak berkuasa Bahrain ini bukanlah perkara baru, sepanjang beberapa tahun lalu hukuman mati dan penjara seumur hidup telah dijatuhkan terhadap remaja di bawah umur 17 tahun.

Kamis, 07 April 2011

Sudan Menuduh Israel Telah Melakukan Serangan Fatal Kepada Sebuah Mobil Sipil


Menteri Luar Negeri Ali Ahmad Karti menuduh Israel pada hari Rabu melaksanakan serangan udara sehari sebelumnya pada sebuah mobil di pantai Laut Merah , Sudan, yang menewaskan dua orang. 
Tuduhan Karti dimuat di sejumlah surat kabar Israel, tetapi militer dan urusan luar negeri Israel keduanya menolak berkomentar.
"Dari kemarin, kita memiliki indikasi bahwa serangan itu dilakukan oleh Israel. Kami sangat yakin akan hal ini," kata Karti di sebuah konferensi pers di Khartoum. 
Menteri mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir "sudah ada tuduhan dari Israel bahwa Sudan mendukung beberapa kelompok Islam". 
"Ini tidak benar Ketika Israel membuat tuduhan ini, mereka berusaha untuk membenarkan apa yang mereka lakukan kemarin.." 
Menanggapi pertanyaan, Karti mengatakan ia tidak mengetahui identitas orang-orang yang telah dibunuh, tetapi mereka bersikeras bahwa mereka adalah warga Sudan biasa yang melakukan perjalanan dari bandara. 
"Kami tidak tahu mengapa orang-orang Israel menargetkan orang-orang ini," tambahnya. 
Pada hari Selasa malam, sekitar pukul 10:00 (1900 GMT), sebuah pesawat tak dikenal terbang dari Laut Merah dan menembakkan rudal ke sebuah mobil kecil yang melakukan perjalanan dari bandara ke Port Sudan, menewaskan kedua penumpang dan menghancurkan kendaraan,
Seorang juru bicara polisi mengkonfirmasi serangan, yang terjadi 15 kilometer (sembilan mil) selatan kota pelabuhan utama Sudan, dan mengatakan tim telah dikirim untuk menyelidiki. 
"IDF (militer Israel) melakukan serangan di Sudan" di halaman depan terlaris Israel Yediot Aharonot.
Serangan Selasa telah menghidupkan kembali kenangan serupa, oleh pesawat asing, pada sebuah konvoi truk di Sudan timur, dekat perbatasan Mesir, pada bulan Januari 2009. 
AS dan media Israel melaporkan bahwa truk membawa senjata ke Hamas di Jalur Gaza, untuk memasok militan Palestina
. 
pejabat Sudan menyatakan konvoi itu telah mengangkut imigran ilegal ke Mesir. 
Hamas memiliki hubungan erat dengan Khartoum dan telah lama mempertahankan basis di Sudan,
Berbicara di sebuah konferensi di Khartoum bulan lalu, Meshaal memuji perubahan iklim politik di Mesir, yang katanya telah memberikan rakyat Palestina hidup mereka kembali, dan menyerukan perjuangan terhadap negara Yahudi.
Menteri luar negeri Sudan membuat tuduhan tak lama setelah bertemu dengan utusan AS baru khusus ke Sudan, Princeton Lyman, pada perjalanan pertamanya ke Khartoum sejak diangkat akhir bulan lalu.


Sumber

Hizbullah Menyangkal Keterlibatannya Di Bahrain


Hizbullah Libanon pada hari Kamis dengan keras menolak tuduhan bahwa ia terlibat dalam pelatihan anggota oposisi Syiah yang terlibat dalam protes anti-rezim di Bahrain.

"Kitatidak bisa tinggal diam terhadap tuduhan tentang pelatihan (lawanrezim)," kata kelompok militan Syiah dalam sebuah pernyataan. "Tuduhan yang ditujukan untuk merusak demonstrasi damai rakyat tertindas."

Pernyataan itu sebagai reaksi terhadap tuduhan oleh menteri luar negeri Bahrain bahwa Hizbullah sedang membantu melawan rezim.

"Tak satu pun dari saudara-saudara kita di Bahrain yang pernah meminta pelatihan militer dan kami tidak memberikan pelatihan tersebut kepada siapa pun di Bahrain,"kata Hizbullah. "Setiap pernyataan yang bertentangan dengan itu adalah kebohongan dan fitnah."

Ia menambahkan bahwa tidak ada pejabat Hizbullah dalam kerajaanyang dikuasai Sunni tersebut di mana mayoritas penduduknya Syiah.

"kami semua dengan bangga menawarkan (Bahrain) dukungan politik dan moral seperti yang kita lakukan untuk revolusi Arab di Tunis, Mesir, Libya dan Yaman yang merupakan hukum dan bagian dari tugas kita," kata Hizbullah.

Hizbullah awal bulan ini mengecam intervensi militer Arab Saudi di Bahrain untuk membantu memadamkan kerusuhan.

Selasa, 05 April 2011

Kecaman Mufti Mesir atas Rencana Biadab Wahabi


Menurut Kantor Berita ABNA,  Mufti Mesir Dr. Ali Jum'ah dalam khutbah Jum'atnya beberapa hari lalu di Masjid Jami' al-Azhar memberi kecaman keras terhadap siapapun pihak yang berkehendak untuk merusak makam kepala Imam Husain as di Kairo. Beliau berkata, "Setiap tempat yang berkaitan dengan Ahlul Bait adalah keberkahan bagi rakyat Mesir, Allah akan memberikan balasan kepada siapapun yang berniat menghancurkan tempat-tempat Ahlul Bait di Mesir".

Beliau sambil menyatakan kesalahan Wahabi dalam beberapa peristiwa, berkata, "Tidak ada seorang pun dari sahabat yang berhasrat ingin memusnahkan Masjid Nabawi yang makam Rasulullah di dalamnya. Lantas bagaimana mungkin ada yang sampai terlintas fikirannya ingin menghancurkan masjid dan makam nabi?"

Kepada oknum yang ingin menghancurkan makam kepala Sayyidina Husain as di Kairo, beliau berkata, "Saya memberi ucapan di sini, dari masjid Jami' Al-Azhar kepada siapapun yang hendak merusak makam kepala Imam Husain as, wahai orang yang berjiwa kotor yang tidak punya malu, semoga Allah memotong tangan dan kakimu, dan kami berlepas diri dari orang seperti kamu".

Kecaman keras khatib Jum'at masjid Al-Azhar tersebut disambut dengan pekikakan Allahu Akbar dari para jama'ah shalat Jum'at.
Dr. Ali Jum'ah lebih lanjut menjelaskan akar pemikiran ekstrim Wahabi. Beliau berkata, "Untuk membenarkan tindakan biadab mereka, mereka berusaha mencari pembenarannya dari hadits Nabi saww. Mereka menukil sabda Nabi saww yang melaknat umat Yahudi dan Nashara yang telah menjadikan kuburan-kuburan para Nabi sebagai masjid. Mereka sesungguhnya tidak mengerti, bahwa kecaman Nabi tersebut sebab umat Yahudi dan Nasrani menjadi kuburan-kuburan Nabi sebagai tempat sesembahan kepada selain Allah swt. Umat Yahudi dan Nashrani telah menjadikan kuburan-kuburan sebagaimana masjid, dan menghadapkan penyembahan dan peribadatannya kepada Nabi-nabi tersebut, bukan kepada Allah swt. Dan tentu saja ini tidak terjadi dalam tubuh umat Islam. Sebab tidak ada seorangpun muslim yang menjadikan kuburan sebagai masjid dan melakukan penyembahan kepada selain Allah swt."
"Oknum tersebut juga berdalih dengan hadits Nabi lainnya yang meminta, agar kuburannya tidak dijadikan masjid dan tempat penyembahan. Permintaan Nabi tersebut tidak bisa dijadikan dalil pelarangan untuk bertabarruk di makam Nabi, sebab permintaan Nabi kepada Allah swt adalah agar kuburannya tidak dijadikan masjid dan tidak melakukan penyembahan kepada selain Allah swt." Ucap Dr. Ali Jum'ah lebih jauh.

Diberitakan, kelompok radikal Wahabi di Mesir baru-baru memanfaatkan situasi politik yang sedang kacau dengan menyatakan ancaman akan memusnahkan beberapa tempat pemakaman tokoh-tokoh Islam di Mesir. Sementara itu Majma' Buhuth al-Islamiyah di Universitas al-Azhar turut mengeluarkan pernyataan mengecam rencana ekstrim Wahabi tersebut sambil menyebarkan fatwa resmi mereka.

Arab Saudi Sumber Konflik di Timur Tengah


Menurut Kantor Berita ABNA, Alen Syufiyah berkata,” Ada dua kelompok yaitu pendukung Barat dan sebagian rezim Arab yang memanfaatkan stasiun Al-Qaidah untuk kepentingan mereka masing-masing.”
Dia menambahkan bahwa sebagian pendukung Barat menginginkan setiap umat islam dimana pun berada baik di London, Madrid atau di tempat peledakan perusahaan petrokimia di Perancis pada tahun 2003 ada kaitannya dengan AL-Qaidah.
Pimpinan utama departemen penerangan Perancis berkata,” Sebagian Rezim Arab menginginkan untuk menggunakan Al-Qaedah sebagai alasan untuk membungkam para pemberontak dalam negeri tanpa perlu melalui proses meja hijau. Hal ini bisa terlaksana dengan bantuan Barat yaitu Amerika Serikat.”
Selanjutnya dia melontarkan kecaman kerasnya atas Arab Saudi,” Ali Sa’udi sejak tahun 1926 sudah menduduki kekuasaan dan sebuah keluarga yang tersusun atas tiga ribu Amir Saudi,  keluarga ini tanpa ada permusyawarahan tiba-tiba menjadi penguasa dinegara itu dan semua penghasilan dan keuntungan Negara mereka bagi-bagi diantara mereka sendiri.”
Suwiyah menilai, ”Ali Su’udi adalah asas munculnya agresi dalam dunia Islam.” Selain itu juga mengatakan bahwa Ali Su’ud untuk  mempertahankan pemerintahaannya dalam menghadapi para penetang domestiknya berpegangan pada kekuatan asing.
Dalam ceramah yang sangat menarik terkait Arab Saudi berkata,” Dengan hancurnya kekuatan sumber  daya manusia serta hancurnya pembangunan landasan perindustrian di Arab Saudi Ali Su’udi hanya mampu menggunakan politik uang terhadap masyarakat dalam kancah politik yang harus ia hadapi baik dalam tingkat nasional maupun internasional."
Pimpinan departemen penerangan Perancis itu kembali menerangkan bahwa sebab sebenarnya masih eksisnya kepemerintahan Ali Su’ud adalah adanya perjanjian tahun 1945 antara Abdul Aziz Ali Su’ud dan Roosevelt presiden Amerika pada waktu itu. Dalam kesepakatan itu ditekankan bahwa minyak akan dijual ke Amerika selama Amerika menjadi pihak yang melindungi rezim Arab Saudi.(*)

Rabu, 30 Maret 2011

Pembunuhan Anak Petani Afghanistan oleh Tentara AS

“Seperti foto-foto yang dipublikasikan oleh Der Spiegel, militer AS meminta maaf atas penderitaan yang terjadi yang disebabkan foto-foto itu,” kata pihak militer.
Foto-foto itu diduga diambil oleh oknum unit militer AS di Afganistan pada 2010. Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada awal tahun lalu. Militer AS yang terlibat tengah diadili dan satu orang dikenakan hukuman penjara selama 24 tahun pada pekan lalu.

Sabtu, 12 Februari 2011

Demonstrasi di Negara-negara Arab adalah Proyek Musuh Islam


Menurut Kantor Berita ABNA, ketika para ulama dan aktivis HAM di seluruh dunia Islam sedang memberikan dukungannya terhadap warga Mesir yang menentang kezaliman rezim Hosni Mubarak, seorang mufti Kerajaan Saudi malah memberikan pandangan berbeda, ia menyebutkan aksi demonstrasi dan protes yang meluas di beberapa Negara Arab di Timur Tengah itu sebagai proyek musuh-musuh Islam.
Mufti Syaikh Abdul Aziz Aali As-Syaikh mendakwa musuh Islam merancang ingin memecah belah negara-negara Arab menjadi negara-negara kecil sehingga kemudian mudah untuk ditaklukkan.
Beliau di dalam khutbah Jumaat di Masjid Turki bin Abdullah di Riyadh secara berterus terang mempertahankan diktator Arab sambil menuduh para demonstran bukan hanya telah mencoreng nama baik Islam namun juga telah mendatangkan bahaya bagi umat Islam dan meruntuhkan sendi-sendi agama dan akhlaknya.
"Keinginan mereka sebenarnya agar negara-negara Arab berpecah belah, persatuan dan perpaduan yang selama ini terjalin mereka porak-porandakan sehingga berujung pada terpecah belahnya Negara-negara tersebut menjadi Negara-negara kecil." tegasnya.
Hanya saja disayangkan dalam khutbah Jum'atnya tersebut, Syaikh Abdul Aziz Aali As-Syaikh tidak memperinci siapa nama musuh-musuh Islam yang dimaksudkannya itu. Kalau maksudnya itu Amerika Serikat dan Israel, beliau harus menerangkannya secara terperinci karena kuasa besar itu justru sedang mempertahankan diktator-diktator Arab dalam tempo 30 tahun ini, bahkan sampai saat ini tetap memberikan dukungannya.
Beberapa hari kebelakangan ini dunia sedang menyaksikan kebangkitan umat Islam menentang rezim pemerintahan mereka sendiri yang mereka nilai lebih mengabdi kepada kepentingan AS dan Israel dibanding mengabdi kepada rakyat sendiri. Setelah kebangkitan di Tunisia, merembes ke Mesir, al-Jaza'ir, Yordania, Yaman dan Arab Saudi.

sumber

Ahmadi Nejad: Revolusi Islam itu Menghidupkan Kemandirian


Menurut Kantor Berita ABNA, jutaan warga Iran di berbagai kota dan pelosok desa bertumpah ruah di jalan-jalan utama secara serentak untuk memperingati hari kemenangan Revolusi Islam Iran yang tahun ini dirayakan kemenangannya yang ke 32. Setiap tanggal 22 Bahman (bertepatan dengan 11 Februari) keseluruhan rakyat Iran dengan berkumpul di jalan raya, kembali memperbaharui perjanjian kesetiaan mereka terhadap Imam Khomeini dan revolusi Islam. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tradisi tersebut tahun ini kembali berulang, dengan kesemarakan yang luar biasa.
Yang menjadikan tradisi ini tampak luar biasa adalah keikutsertaan para ulama Maraji dan pejabat-pejabat tinggi Negara yang juga turun ke jalan bergabung dengan berbagai lapisan masyarakat merayakan kemenangan revolusi Islam. Tradisi turun ke jalan ini secara serentak diselenggarakan di berbagai kota dan pedesaan di seluruh wilayah Iran. Berikut laporan nukilan berita peringatan kemenangan Revolusi Islam masyarakat Iran di kota Teheran dan Qom.
Teheran
Maidan Azadi adalah tempat terpusatnya massa di kota ini. Jutaan warga Iran dengan membawa bendera nasional Iran, dan poster yang bergambar Imam Khomeini dan Imam Ali Khamanei serta berbagai spanduk yang bertuliskan pernyataan dukungan terhadap wilayatul faqih dan Republik Islam serta kecaman terhadap diktator dunia, bergabung dalam aksi turun ke jalan mengenang kemenangan Revolusi Islam Iran.
DR. Mahmud Ahmadi Nejad dalam pidato kenegaraannya di hadapan jutaan orang warganya yang berkumpul di Maidan Izadi, mengatakan, "Yang pertama kali ingin direbut oleh pemerintahan-pemerintahan diktator adalah kemandirian. Mereka hendak menciptakan kebergantungan rakyat terhadap mereka. Sementara Revolusi Islam justru sebaliknya. Revolusi Islam menghendaki kemandirian rakyatnya, yang dengan kemandirian, rakyat membangun Negara dengan kekuatan dan kemampuan sendiri, dan tidak memiliki ketergantungan apapun terhadap Negara-negara lainnya."
Beliau dalam pidatonya melanjutkan, "Diantara hikmah lainnya dari kemenangan Revolusi Islam Iran adalah perasaan merdeka. Kemerdekaan dan kebebasan menjadikan rakyat Iran terhitung sebagai rakyat yang paling mulia dan berwibawa di hadapan yang lain."
"Revolusi Islam Iran telah terbukti mewujudkan persatuan dan mengukukuhkannya. Dengan bertawakkal kepada Tuhan, berbagai suku, kelompok, mazhab dan budaya yang berbeda tidak menjadikan Negara ini berpecah belah, namun justru sebaliknya, revolusi Islam telah mempersatukan segala perbedaan itu dan menjaganya." Tegas Presiden Republik Islam Iran ini.
Ahmadi Nejad mengenai kemajuan ilmu dan tekhnologi yang pesat di Iran mengatakan, "Hari ini, para ilmuan dan cendekiawan Iran dari berbagai sisi mengalami kemajuan. Terutama dalam bidang tekhnologi luar angkasa, bukan hanya telah berhasil meluncurkan satelit bahkan para ilmuan kita sekarang telah mampu mengirim makhluk hidup ke luar angkasa."
Berbagai upaya kekuatan Negara-negara Barat untuk menghalangi kemajuan dan perkembangan Iran adalah pembahasan lain dalam pidato Ahmadi Nejad kemarin. Mengenai hal ini beliau berkata, "Negara-negara Barat telah menjadi saksi kemajuan Negara Iran, khususnya dalam penggunaan tekhnologi nuklir. Karenanya dengan berbagai cara mereka berupaya menghambat kemajuan bangsa Iran dalam bidang nuklir, namun sampai saat ini mereka tidak juga berhasil. Kita lihat sendiri, hari ini dengan upaya keras para ilmuan kita, kita rasakan sendiri manfaat dari tekhnologi nuklir tersebut."
Menurut Ahmadi Nejad, terciptanya keadilan sosial adalah termasuk dari keberkahan kemenangan Revolusi Islam Iran. Dengan revolusi Islam Iran, kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin berhasil dikurangi, sehingga seluruh lapisan masyarakat mampu merasakan hasil dari kemenangan revolusi Islam Iran tersebut.
Qom
Peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran yang diselenggarakan warga Qom tidak kalah semaraknya dengan yang berlangsung di Teheran. Jutaan warga Qom memenuhi badan-badan jalan dari Maidan Muthahari sampai ke Haram Sayyidah Maksumah. Dalam peringatan tersebut, turut hadir ulama-ulama Marja Taklid seperti Ayatullah al Uzhma Makarim Syirazi, Ayatullah Nuri Hamadani, Ayatullah Jawad Amuli dan keseluruhan ulama besar yang bermukim di Qom beserta para pelajar dan tenaga pengajar Hauzah Ilmiyah. Begitu juga dengan pejabat tinggi Negara, Dr. Larijani (ketua Majelis Syura Islami) dan Musa Pur (gubernur provinsi Qom) turut bersama masyarakat turun ke jalan.
Ayatullah al Uzhma Nuri Hamadani, yang turut hadir dalam peringatan kemenangan Revolusi Islam tersebut dalam wawancaranya dengan wartawan mengatakan, "Revolusi Islam Iran telah merontokkan kepongahan dan kesombongan Negara-negara Barat dan hari ini, umat Islam telah menunjukkan kekuatan dan kebesarannya di hadapan dunia."
"Imam Khomaini rahimahullah pernah berkata, revolusi di Negara-negara Islam akan terjadi sebagaimana yang telah terjadi di Iran. Hari ini kita telah menyaksikan sendiri, bukti dari perkataan beliau, kita melihatnya itu telah terjadi di Tunisia dan Mesir." Lanjut beliau.
Ulama marja taklid ini menegaskan, "Kami berkata kepada rakyat Mesir, rakyat Iran bersama kalian, dan bertahanlah sampai rezim boneka Amerika Serikat di Negara kalian bisa digulingkan. Insya Allah setelah kalian menang, Allah akan tetap mencurahkan pertolongannya kepada kalian."

Sumber

Minggu, 06 Februari 2011

Shalat Berjamaah Di Tengah Demo Di Mesir

Jumat, 04 Februari 2011

Senin, 17 Januari 2011

Israel Menjajah Wilayah Muslim Palestina Untuk Memperluas Tembok Barat

Pemerintah Israel secara resmi memutuskan untuk memperluas area pemukiman yahudi melewati tembok barat atau disebut Rabat al Kurd yang berada berada tidak jauh dari Masjidil Aqsa., dimana disana adalah jalan utama menuju pemukiman 17 warga Palestina.

Selengkapnya