Laman

Tampilkan postingan dengan label situs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label situs. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Wisata Ziarah Waliyuallah Jakarta Timur : Karya Sayyid Usman bin Aqil bin Yahya

Sayyid Usman bin Aqil bin Yahya mengabdikan dirinya untuk berdakwah, mengajar dan menulis. Beliau adalah guru agama yang dicari oleh masyarakat Betawi. Dua murid yang berhasil dididik dan menjadi ulama besar adalah Guru Mugni dari Kuningan dan Habib Ali bin Abdurrahman al Habsyi (Habib Ali Kwitang). Sayyid Usman bin Aqil bin Yahya memulai pengajarannya di Mesjid Pekojan . Sayyid Usman bin Aqil bin Yahyaadalah ulama yang berjasa besar dalam pengajaran agama melalui media cetak di kalangan masyarakat betawi dan memiliki percetakan sendiri di Tanah Abang (kini disebut Petamburan).
Baca selanjutnya... klik

Sejarah Ka'bah

Kakbah (Bahasa Arab: الكعبة, transliterasi: Ka'bah) adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti salat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.[1]
Sejarahwan, narator dan lainnya memiliki pendapat berbeda tentang siapa yang telah membangun Kakbah. Beberapa pendapat itu ada yang mengatakan Malaikat, Adam dan Syits.[2] Dimensi struktur bangunan kakbah lebih kurang berukuran 13,10m tinggi dengan sisi 11,03m kali 12,62m. Juga disebut dengan nama Baitullah.

Pada awalnya bangunan Kakbah terdiri atas dua pintu serta letak pintu Kakbah terletak di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan belum diangkat menjadi rasul, dilakukan renovasi pada Kakbah akibat bencana banjir. Pada saat itu terjadi kekurangan biaya,[rujukan?] maka bangunan Kakbah dibuat hanya satu pintu. Adapula bagiannya yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan Kakbah, yang dinamakan Hijir Ismail, yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Kakbah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya, karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang dimuliakan oleh bangsa Arab saat itu.
Nabi Muhammad SAW pernah mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali Kakbah karena kaumnya baru saja masuk Islam, sebagaiman tertulis dalam sebuah hadits perkataannya: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan aku turunkan pintu Kakbah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail ke dalam Kakbah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdullah bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibangun kembali menurut perkataan Nabi Muhammad SAW, yaitu diatas pondasi Nabi Ibrahim. Namun ketika terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan penguasa daerah Syam (Suriah, Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Kakbah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam. Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Kakbah berdasarkan bangunan di masa Nabi Muhammad SAW dan bukan berdasarkan pondasi Nabi Ibrahim. Kakbah dalam sejarah selanjutnya beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan karena umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali kakbah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Kakbah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.

Kakbah yang juga dinamakan Bayt al `Atiq (Arab:بيت ال عتيق, Rumah Tua) adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Kakbah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.
Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (sekitar 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad pada salah satu sudut Kakbah, namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.
Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, bangunan Kakbah yang semula rumah ibadah agama monotheisme (Tauhid) ajaran Nabi Ibrahim telah berubah menjadi kuil pemujaan bangsa Arab yang di dalamnya diletakkan sekitar 360 berhala/patung yang merupakan perwujudan tuhan-tuhan politheisme bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Allah Sang Maha Pencipta tidak boleh dipersekutukan dan disembah bersamaan dengan benda atau makhluk apapun jua dan tidak memiliki perantara untuk menyembahNya serta tunggal tidak ada yang menyerupaiNya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surah Al-Ikhlas dalam Al-Qur'an). Kakbah akhirnya dibersihkan dari patung-patung agama politheisme ketika Nabi Muhammad membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah dan dikembalikan sebagai rumah ibadah agama Tauhid (Islam).
Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya'ibah sebagai pemegang kunci kakbah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah

Sumber

Jumat, 18 November 2011

Ziarah Waliyuallah Mojokerto : Biografi dan siapakah Syekh Jumadil Kubro (Syech Jumadil Qubro) berdasarkan Naskah Mertasinga


berbicara mengenai Syekh Jumadil Kubro (Syech Jumadil Qubro) kita berbicara mengenai penghulu para wali Allah dan penghulu para habaib di Nusantara Indonesia ini. Tokoh penting dalam penyebaran Islam di Indonesia ini bahkan memiliki 4 empat tempat yang dipercaya sebagai peristirahatan terakhir Syekh Jumadil Kubro (Syech Jumadil Qubro) yaitu di makam Troloyo berada satu lokasi dengan situs Trowulan Majapahit, Mojokerto, Semarang, Desa Turgo, Merapi, Yogyakarta dan Parang Tritis, Gunung Kidul, Yogjakarta. Saya kemudian mencari - cari mengenai empat tempat, yang saya dapatkan adalah banyak sekali peziarah yang datang ke makam Troloyo atau makam Tralaya untuk berziarah ke Syekh Jumadil Kubro (Syech Jumadil Qubro). Di  Desa Turgo, Merapi,Yogjakarta dekat Plawangan dan Parang Tritis, Yogja hanyalah petilasan (daerah yang pernah disinggahi beliau).... baca selanjutnya klik


Sumber

Senin, 14 November 2011

Wisata Ziarah Waliyuallah Pandegelang : Batu Quran peninggalan Syekh Maulana Mansyur


Pandegelang, Banten. Jawa Barat adalah kota asli dari Ibu mertua saya. Penduduk Pandegelang terkenal sebagai penganut agama Islam yang taat. Berada di kota yang terkenal dengan Islam yang kuat membuat saya penasaran siapakah tokoh yang menyebarkan dan mengajarkan Islam di daerah Pandegelang. Ternyata orang yang berjasa tersebut adalah Syekh Maulana Mansyur. Beliau dimakamkan di Cikaduen, Pandeglang.  Peninggalan Syekh Maulana Mansyur yang terkenal adalah Batu Quran yang terletak di kaki Gunung Karang, di Desa Kadubumbang Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat. Letaknya arah Cimanuk, 7 km dari pertigaan Cimanuk ada belokan ke kiri 300m (Sebelum pemandian Cikoromoy). Banyak peziarah yang datang Batu Quran dalam rangka wisata religi... baca selanjutnya klik

Sumber

Ghadir Khum. Sejarah Maha Penting Yang Terlupakan


Ghadir Khum (Persia/Arab: غدیر خم) adalah lokasi di Arab Saudi, tengah-tengah antara Mekkah dan Madinah lebih kurang 200 mil.
Dalam kejadian menurut sejarah, tempat ini menjadi terkenal sebagai tempat penobatan Ali bin Abu Thalib sebagai Wali dan Khalifah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang terjadi setelah Haji Wada' lebih kurang pada tanggal 18 Dzulhijjah, tahun 10 Hijriyah (kurang lebih 15 Maret 632 Masehi).

Nabi Muhammad memberitahukan kepada para sahabat dan utusan yang menemuinya, bahwa haji yang akan beliau laksanakan pada tahun itu tampaknya haji terakhir. Karena itu kaum muslimin berlomba-lomba untuk menghadiri haji pada tahun tersebut, yaitu tahun 10 Hijriyah. Ada yang menyatakan terkumpul sekitar 90.000 orang, ada juga 140.000, ada pula 120.000, bahkan ada yang menyatakan lebih dari itu.

Sumber

Jumat, 08 April 2011

Rumah Nabi Muhammad S.A.W

sisa runtuhan rumah Nabi Saw & Sayyidah Khadijah as yang dilihat lebih dekat
runtuhan pintu masuk ke kamar Rasul Saw di
rumah Sayyidah Khadijah as
runtuhan tempat Sayyidah Fatimah as, puteri kesayangan Rasulullah Saw dilahirkan.
sisa runtuhan kamar Rasul Saw dan Sayyidah Khadijah as.
runtuhan mihrab tempat Rasulullah saw bersholat.
makam Sayyidah Khadijah as (yang besar) dan puteranya, Qasim (yang kecil) di sudut.

Jumat, 28 Januari 2011

Sumur Zam zam

 Bentuk Sumur Zamzam


Mata Air Zamzam

Menampung Air Hujan

Lokasi Air Zamzam


 Sistem Pompa

Rabu, 22 September 2010

khana kabba

Fly inside the Kaaba

Kabah Inside (Original First Time Ever)

مـكة المكرمة 2006 - 1900

Ka'aba In Old Times

Kamis, 16 September 2010

prophets grave

15 inside masjid al nabawi

Senin, 06 September 2010

Baqi, Tempat Bersejarah Penting Umat Islam


Maqbarat Al-Baqi ' (bahasa Arab: مقبرة البقيع, -Baqi 'kuburan Al) (Persia: گورستان بقیع, Jannatu l-Baqi ') adalah sebuah pemakaman di Madinah, Arab Saudi, yang terletak di seberang Masjid al-Nabawi, di wilayah tenggara dari masjid.
Masjid al-Nabawi adalah masjid yang dibangun di atas tempat di mana Islam Nabi Muhammad gunakan untuk hidup, membangun masjid dan di mana dia saat ini terkubur. Oleh karena itu pemakaman ini memegang banyak signifikansi. Kuburan itu berisi banyak dari kerabat Muhammad dan para sahabatnya. Sejarah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW membacakan sebuah doa setiap kali ia melewati kuburan ini.

pemakaman ini juga dikenal sebagai Jannatul Baqee (جنة البقيع). Namanya berarti "Taman Surga". Ia juga dikenal dengan nama lama Baqee Al Garqad. Baqee berarti taman atau tanah yang tumbuh tanaman dan Al Garqad mengacu pada pohon besar shawii Lycium  (Arab Boxthorn, dalam bahasa Arab: Alaosaj), sebuah spesies tanaman Boxthorn.
Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah dari Mekah pada bulan September 622, Al-Baqi ditutupi dengan pohon Lycium shawii .
Selama pembangunan Masjid al-Nabawi, Asa'ad Bin Zararah's salah satu sahabat Rasulullah SAW wafat. Rasullullah SAW memilih tempat itu menjadi pemakaman dan Asa'ad adalah orang pertama yang dimakamkan di pemakaman Al-Baqi antara Ansar.
Sementara Rasullullah SAW berada di luar Madinah untuk Pertempuran Badar, putrinya Roqayyah jatuh sakit dan meninggal pada 624.
Tak lama setelah Rasullullah SAW datang dari Badar, Utsman Bin Mazoun meninggal dan dikuburkan di Al-Baqi. Utsman Bin Mazoun dianggap sebagai teman pertama Muhammad dari Muhajirun untuk dikubur di Pemakaman Al-Baqi.
Pembesaran pertama kuburan dalam sejarah dibuat oleh Muawiyah, pada saat Umayyah pemimpin. Dia membeli pertanian tetangga besar di mana Usman bin Affan dimakamkan di pemakaman Al-Baqi. Umayyah membangun kubah pertama di Al-Baqi di kuburan Usman bin Affan. Selama waktu yang berbeda banyak sejarah dan struktur kubah dibangun atau dibangun kembali di atas kuburan terkenal di Al-Baqi.
Pada tanggal 21 April 1925, mausoleum di Jannatul Baqee dihancurkan oleh Raja Abdul Aziz Al Saud. Pada tahun yang sama, ia juga menghancurkan makam tokoh suci di Jannat al-Mualla(Mekah) di mana ibu Rasulullah SAW, istri, kakek dan nenek moyang lainnya dimakamkan. Hal ini terjadi meskipun protes oleh masyarakat Islam internasional.
Penghancuran tempat-tempat suci di Hijaz oleh Saudi, yang dimulai oleh Muhammad bin Abd al-Wahhab terus bahkan hari ini.[2]

Banyak dari mausoleum, kubah dan struktur, awalnya ditujukan untuk mengidentifikasi teman terkenal Rasulullah SAW hancur .
Walaupun demikian, makam tokoh bersejarah banyak terus dikunjungi oleh banyak peziarah, dan penguburan di pemakaman terus sampai hari ini.